Minggu, Mei 07, 2017

ANALISIS WEBSITE INSTANSI PEMERINTAHAN DAN KETERKAITANNYA DENGAN TQM

Aldi Prasetyo :
Jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100, Pondok Cina, Depok 16424, Indonesia
blogkos-ong.blogspot.com
E-mail : aldiprasetyo@student.gunadarma.ac.id

ABSTRAK
Tujuan dalam membuat penelitian ini adalah untuk menganalisa website dengan bantuan Alexa.com pada 3 website intansi pemerintahan di bidang berbagai bidang yakni Kemendag, Kemenpar, dan Kemdikbud. Selain itu juga menjelaskan pengertian dari TQM dan juga model-model dari TQM itu sendiri. Lalu terdapat model TQM yang ada pada ketiga website pemerintah  tersebut. Sumber dari penelitian ini adalah dari kedua tugas softskill yang sebelumnya, yaitu Analisa Website Pemerintahan dan Total Quality Management (TQM). Hasil dari penelitian ini akan didapatkan model-model TQM yang ada pada website-website pemerintahan diatas, TQM memiliki peranan yang penting karena dasar pemikiran TQM adalah cara terbaik untuk dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global yaitu dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Cara terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen-komponen tersebut secara berkesinambungan adalah dengan menerapkan TQM. Tujuan utama TQM adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus-menerus, sehingga harus dilaksanakan secara terus-menerus. Penerapan TQM dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, salah satunya untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Selain itu, terdapat alat TQM yang berguna untuk menganalisis dan mengerti masalah serta untuk membantu membuat perencanaan.

Kata Kunci: TQM, Kemendikbud, Website, Pemerintahan.

PENDAHULUAN
            Setiap Negara pasti mempunyai badan yang bertanggung jawab pada masing-masing bidang masalah. Seperti bidang pendidikan, transportasi, kebudayaan, pertahanan, dan sebagainya. Pada era yang modern ini pemerintah memerlukan alat bantuk untuk menghubungkan satu dengan yang lainnya dan juga alat untuk menghubungkannya dengan masyarakat.
                Maka karena itu, bidang-bidang pemerintahan itu harus memiliki alat menghubungkan tersebut. Salah satunya adalah situs web. Situs web dapat diakses oleh seluruh masyarakat baik masyarakat dalam negri maupun luar negri.
Web telah menjadi hal yang bisa. Hampir setiap kalangan menggunakan web sebagai media informasi di kehidupan sehari-hari mereka, baik dikalangan pribadi, perusahaan, sampe perusahaan pemerintah. Web dibangun dengan berbagai fungsi dan tujuan sesuai dengan kepentingan yang membuatnya. Web menjanjikan prospek yang bagus kepada setiap penggunanya. Karena peranan web yang sangat penting ini maka web yang dibangun haruslah memperhatikan beberapa faktor yaitu : usability, user experience, dan user interface. Ketiga faktor inilah yang menentukan apakah tujuan pembuatan suatu website tercapai atau tidak.
Total Quality Management (TQM) berasal dari kata “Total” yang berarti keseluruhan atau terpadu, “Quality” yang berarti mutu, dan “Management” diartikan dengan pengelolaan. Manajemen didefinisikan sebagai proses planning, organizing, staffing, dan controlling terhadap seluruh kegiatan dalam organisasi. Dalam pengertian mengenai organisasi Total Quality Management, penekanan utama adalah pada mutu yang didefinisikan dengan mengerjakan segala sesuatu dengan baik sejak dari awalnya dengan tujuan untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Hal inilah yang melatar belakangi konsep zero defect. Kesalahan atau cacat (defect) hanya akan terjadi bila sejak dari proses awal tidak ditekankan masalah mutu. Selain itu, perusahaan harus membayar mahal bila produk atau jasanya tidak laku karena tidak dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan atau tidak berorientasi pada kepuasan pelanggan.

METODE PENELITIAN
Metode penelitian didalam jurnal ini menggunakan data dari dua tugas makalah yang dibuat sebelumnya. Dengan mengambil inti dari point-point yang ada serta penambahan kalimat ide dan gagasan. Data-data yang telah masuk dianalisis metode deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan verifikasi/ penarikan simpulan. Setelah data dikumpulkan lalu dipilih yang benar-benar memiliki hubungan dengan pokok masalah selanjutnya diambil kesimpulan.
Metode penelitian dalam jurnal ini menggunakan berbagai data dengan berbagai sumber dengan metode perbandingan maka data yang didapatkan akan dibandingkan satu dengan yang lainnya. Dalam analisis ini akan menjabarkan beberapa data kuantitatif yang dikelompokkan menurut subjeknya yaitu : Selain analisis data kuantitatif juga diperlukan metode yang tepat dalam pengawasan kualitas, dengan sistem Total quality management (TQM) dengan berbagai macam modelnya, akan dianalisa penggunaan melalui studi literatur dari model TQM tersebut yang tepat untuk diimplementasikan pada situs web yang diuji.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisa Website menggunakan Alexa.com

Popularitas

Berdasarkan traffic diatas, Popularitas website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menempati posisi ke 2.689 dari seluruh situs di dunia setelah naik 1786 peringkat pada bulan sebelumnya. Sedangkan  di Indonesia, website ini menempati posisi ke 61.

Keterlibatan Pengunjung

Situs ini memiliki tingkat persentase Bounce Rate yang cukup rendah yaitu 29,30% . Di bagian “Daily Time on Site” menunjukkan angka 9:10 yang artinya pengunjung menghabiskan waktu sekitar 9 menit 10 detik untuk melihat-lihat situs tersebut dan rata-rata halaman yang dikunjungi setiap pengunjung sebesar 5,19.

Keywords

Pada gambar diatas adalah kata-kata kunci yang sering digunakan dan yang berhubungan dengan situs Kemdikbud.go.id

Halaman yang diakses

Pada gambar diatas, pengunjung situs kemdikbud.go.id lebih sering membuka lima halaman yang teratas yang sering dikunjungi.

Pengunjung

Mayoritas pengunjung pada situs ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jenjang pendidikan Perguruan Tinggi Negeri dan Lokasi Pengaksesan di tempat kerja dan rumah.

Popularitas

Berdasarkan traffic ranks diatas, popularitas website Kementrian Perdagangan Republik Indonesia ini menmpati ranking ke 73,547 dari keseluruhan situs di dunia. Dan menempati urutan 1,154 dari seluruh situs website di Indonesia. Website ini juga mengalami peningkatan pada bulan April sampai Juli 2016 serta mengalami penurunan yang cukup pesat pada bulan Oktober 2016 sampai Januari 2017.

Keterlibatan Pengunjung

Situs ini memiliki tingkat presentase yang cukup tinggi, dimana tingkat presentase Bounce Rate yang mengalami penurunan dari presentase sebelumnya menjadi 36.10%, memiliki rata-rata waktu yang dihabiskan oleh beberapa pengunjung selama sekitar 10 menit 46 detik dan rata-rata halaman yang dikunjungi setiap pengunjung sebesar 4.59 dimana ini mengalami peningkatan dari presentase sebelumnya.

Keyword

Pada gambar di atas menunjukkan lima keywords yang paling sering digunakan dalam pencarian situs di dunia setiap harinya dan berhubungan dengan situs kemendag.go.id.

Halaman yang sering diakses


Gambar diatas ini menunjukkan lima halaman teratas yang sering dibuka oleh pengunjung situs kemendag.co.id.

Pengunjung

Sebagian besar dari pengunjung situs kemendag.go.id ini berjenis kelamin laki-laki dengan jenjang lulusan sekolah dan pendidikan Perguruan Tinggi. Kebanyakan dari mereka mengakses situs ini ditempat mereka bekerja, ada juga yang mengaksesnya dirumah.

Popularitas

Website Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menempati ranking 207,196 dari seluruh situs di dunia dan menempati urutan 3,060 dari seluruh situs di Indonesia. Namun, website ini mengalami penurunan yang cukup tinggi pada awal tahun 2017.

Keterlibatan Pengunjung

Situs ini memiliki tingkat persentase Bounce Rate yang cukup tinggi hingga mencapai 45,40% dan memiliki rata-rata waktu yang dihabiskan oleh pengunjung selama 4 menit 52 detik, serta rata-rata halaman yang dikunjungi setiap pengunjung sebesar 3,80.

Keyword

Pada gambar di atas menunjukkan lima keywords yang paling sering digunakan dalam pencarian situs di dunia setiap harinya.

Halaman yang sering diakses

Data pada Alexa.com menunjukan bahwa sebagian besar pengunjung website ekon.go.id membuka lima halaman teratas yang sering dikunjungi.

Pengunjung

Mayoritas pengunjung pada situs ini sebagian besar berjenis kelamin laki-laki dengan jenjang pendidikan Perguruan Tinggi dan lokasi pengaksesan di tempat kerja dan rumah.

Total Quality Management (TQM)
                Total Quality Management (TQM) merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, tenaga kerja, proses dan lingkungan.
Dasar pemikiran perlunya TQM sangatlah sederhana, yakni bahwa cara terbaik agar dapat bersaing dan unggul dalam persaingan global adalah dengan menghasilkan kualitas yang terbaik. Untuk menghasilkan kualitas terbaik diperlukan upaya perbaikan berkesinambungan terhadap kemampuan manusia, proses, dan lingkungan. Cara terbaik agar dapat memperbaiki kemampuan komponen-komponen tersebut secara berkesinambungan adalah dengan menerapkan TQM.
Masyarakat Total Quality Management juga diartikan sebagai suatu pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses, produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses Total Quality Management memiliki input yang spesifik. Input spesifik itu sendiri adalah keinginan, kebutuhan, dan harapan pelanggan, mentransformasi (memproses) input dalam organisasi untuk memproduksi barang atau jasa yang pada gilirannya memberikan kepuasan kepada pelanggan (output). Tujuan utama Total Quality Management adalah perbaikan mutu pelayanan secara terus-menerus, sehingga harus dilaksanakan secara terus-menerus.
Penerapan Total Quality Management dipermudah oleh beberapa piranti, yang sering disebut “alat TQM”. Alat-alat ini membantu kita menganalisis dan mengerti masalah-masalah serta membantu membuat perencanaan. Delapan alat TQM yang diuraikan sebagai berikut :
1.   Diagram Alur (Bagan Arus Proses) merupakan suatu alat perencanaan dan analisis yang digunakan, untuk menyusun gambar proses tahap demi tahap untuk tujuan analisis, diskusi, atau komunikasi dan menemukan wilayah-wilayah perbaikan dalam proses.
2.   Curah Pendapat (Brainstorming) adalah alat perencanaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreativitas kelompok. Curah pendapat dipakai, antara lain untuk menentukan sebab-sebab yang mungkin dari suatu masalah atau merencanakan langkah-langkah suatu proyek.
3.   Analisis Tulang Ikan (juga dikenal sebagai diagram sebab-akibat) merupakan alat analisis, antara lain untuk mengkategorikan berbagai sebab potensial dari suatu masalah dan menganalisis apa yang sesungguhnya terjadi dalam suatu proses.
4.   Diagram Analisa Medan Daya (Bidang Kekuatan) Diagram medan daya merupakan suatu alat analisis yang dapat digunakan, antara lain untuk mengidentifikasi berbagai kendala dalam mencapai suatu sasaran dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mungkin serta pemecahan dari suatu masalah atau peluang.
5.   Analisis SWOT adalah suatu alat analisis yang digunakan untuk menganalisis masalah-masalah dengan kerangka Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
6.   Ranking Preferensi merupakan suatu alat interpretasi yang dapat digunakan untuk memilih gagasan dan pemecahan masalah di antara beberapa alternatif.
7.   Penilaian Kritis merupakan sebuah alat bantu analisis yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap proses manufaktur, perakitan, atau jasa. Alat ini membantu kita untuk memikirkan apakah proses itu memang dibutuhkan, tepat, dan apakah ada alternatif yang lebih baik.
8.   Benchmarking adalah proses pengumpulan dan analisis data dari organisasi kita dan dibandingkan dengan keadaan di dalam organisasi lain. Hasil dari proses ini akan menjadi patokan untuk memperbaiki organisasi kita secara terus menerus. Tujuan benchmarking adalah bagaimana organisasi kita bisa dikembangkan sehingga menjadi yang terbaik.

Model-model dari Total Quality Management (TQM)
ISO 9000
Kata ‘ISO’ berasal dari bahasa Yunani yaitu ‘Isos’ yang berarti ‘sama’ atau equivalent’. ISO merupakan kepanjangan dari International Organization for Standardization. ISO adalah badan standar dunia yang dibentuk untuk meningkatkan perdagangan internasional yang berkaitan dengan perubahan barang dan jasa. ISO dapat disimpulkan sebagai koordinasi standar kerja internasional, publikasi standar harmonisasi internasional, dan promosi pemakaian standar internasional.

MBNQA
Malcolm Baldrige Award (MBNQA) adalah sejenis penghargaan tahunan yang diberikan oleh pemerintah Amerika Serikat (melalui Department of Commerce) kepada setiap organisasi di negara USA – baik profit dan non profit – yang dianggap mencapai kinerja yang unggul. Nama Malcolm Baldrige sendiri diambil dari nama mantan Menteri Perdagangan AS yang menginisiasi kegiatan penghargaan ini. Banyak negara di berbagai belahan dunia yang mengadopsi pendekatan dan kriteria yang digunakan oleh Komite Malcolm Baldrige untuk mengukur keunggulan kinerja.

Balanced Scorecard
Balance Score Card adalah Pengukuran kinerja perusahaan yang modern dengan mempertimbangan empat perspektif (yang saling berhubungan) yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang diingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan.

Six Sigma
Six Sigma ialah  suatu metodologi yang dipergunakan untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan proses yang berkesinambungan atau terus menerus (Continuous Improvement). SIX SIGMA berasal dari kata SIX yang berarti enam (6) dan SIGMA yang merupakan satuan dari Standard Deviasi yang juga dilambangkan dengan simbol σ,
Six Sigma juga sering di simbolkan menjadi 6σ. Makin tinggi Sigma-nya, semakin baik pula kualitasnya. Dengan kata lain, semakin tinggi Sigma-nya semakin rendah pula tingkat kecacatan atau kegagalannya.

Quality Control Circle
Quality Control Circle adalah seperangkat metode yang digunakan oleh organisasi untuk mencapai mutu parameter yang berkualitas atau mutu sasaran dan terus meningkatkan kemampuan organisasi untuk memastikan bahwa produk software yang dihasilkan akan memenuhi mutu tujuan dari suatu organisasi.
Tujuan utama dari Quality Control Circle atau Gugus Kendali Mutu ini adalah untuk membahas permasalahan yang terjadi di perusahaan dan memberikan rekomendasi solusi-solusi terhadap pemecahan masalah tersebut kepada pihak Manajemen. Masalah-masalah yang dibahas adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan seperti Produk, Biaya, Waktu, Persediaan, Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan kerja.

Model TQM yang sesuai dalam Implementasi Website

Penerapan model TQM yang tepat untuk ke tiga webiste pendidikan yang dikelola oleh pemerintah yaitu http://www.kemdikbud.go.id , http://kemendag.go.id , http://www.kemenpar.go.id  menurut kelompok kami termasuk kedalam model implementasi ISO 9000 karena menerapkan delapan prinsip manajemen yaitu :
1.       Fokus pada pelanggan
Pelanggan adalah kunci untuk meraih keuntungan. Oleh karena itu, organisasi harus mengerti keinginan pelanggan sekarang dan masa depan dengan berusaha memenuhi persyaratan pelanggan dan berusaha melebihi harapan pelanggan.
2.       Kepemimpinan
Kepemimpinan memmiliki kemampuan untuk menciptakan visi yang mengandung kewajiban untuk mewujudkannya, yang membawa orang lain ke tempat yang baru, yang memiliki kemampuan untuk mewujudkan visinya ke dalam kenyataan. Hal yang dilakukan pemimpin adalah menginspirasi orang lain dan memberdayakan orang lain untuk mewujudkan visinya, menarik orang lain bukan mendorongnya.
3.       Keterlibatan personel
Keterlibatan personal adalah dasar yang dipentingkan dalam prinsip manajemen mutu. Personel pada semua tingkatan adalah modal utama perusahaan, dimana keterlibatan kemampuannya secara pebuhu sangat bermanfaat bagi perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada personel untuk merencanakan menerapakan rencana dan mengendalikan rencana pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan adanya keterlibatan personel, maka akan memacu karyawan untuk lebih aktif dalam melihat peluang untuk peningkatan, kompetensi, pengetahuan dan pengalaman.
4.       Pendekatan proses
Pendekatan proses merupakan identifikasi yang sistematis dan pengelolaan proses yang digunakan organisasi dan keterangan yang mempengaruhi setiap proses. Proses tersebut dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu proses inti (proses yang memiliki hubungan langsung dengan pelanggan dan mendapat efek langsung dari pelanggan), proses pendukung (sebagai pendukung proses inti dan menghasilkan data, informasi atau mengatur administrasi yang terprosedur), proses manajemen (proses yang memliki karakteristik untuk melakukan pengendalian dan pembuatan keputusan.
5.       Pendekatan sistem untuk pengelolaan
Pendekatan sistem untuk pengelolaan baru dapat dilakukan jika pendekatan proses telah diterapkan. Dengan kata lain, pendekatan sistem untuk pengelolaanadalah kumpulan dari pendekatan proses. Pendekatan sistem ke manajemen didefinisikan sebagai pengidentifikasian, pemahaman dan pengelolaan sistem dari proses yang saling terkait untuk pencapaian dan peningkatan sasaran perusahaan dengan efektif dan efisien.
6.       Peningkatan berkesinambungan
Peningkatan berkesinambungan harus menjadi sasaran tetap perusahaan. Hal ini berbeda dengan peningkatan secara terus-menerus. Pada peningkatan berkesinambungan, setelah dilakukan peningkatan tidak langsung ditingkatkan lagi, melainkan dilakukan stabilisasi. Bila stabilisasi sudah berjalan, baru dilakjutkan ke peningkatan yang selanjutnya.
7.       Pembuatan keputusan berdasarkan fakta
Keputusan yang efektif adalah keputusan yang berdasarkan analisis data dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
8.       Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok
Organisasi dan pemasoknya adalah saling ketergantungan dan merupakan hubungan yang saling menguntungkan dalam rangka meningkatkan kemampuan keduanya dalam memberikan nilai.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
                Dari 3 website pemerintahan yang telah diamati dan dianalisa, popularitas terbanyak didapat oleh kementrian Pendikdikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena website ini paling sering mengupdate entang info-info penting terbaru yang berkenaan dengan dunia pendidikan. Para kawula muda kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin mendapat info terbaru seputar dunia pendidikan yang terkait beasiswa dan lain-lain, yang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa website ini memiliki popularitas cukup tinggi yakni menduduki pringkat 61 dari ribuan situs di Indonesia.

                Kemudian, dari beberapa model TQM yang ada, 3 website pemerintah diatas termasuk kedalam model implementasi ISO 9000 karena menerapakan delepan prinsip manajemen yaitu:
a.       Fokus pada pelanggan
b.      Kepemimpinan
c.       Keterlibatan personel
d.      Pendekatan proses
e.      Pendekatan sistem untuk pengelolaan
f.        Peningkatan berkesinambungan
g.       Pembuatan keputusan berdasarkan fakta
h.      Hubungan saling menguntungkan dengan pemasok

Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk kedepannya, penulis akan lebih detail dalam menjelaskan tentang makalah diatas dengan sumber-sumber yang lebih banyak dan tentunya sumber tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tugas 1, Kelompok 6. 2KA01. MAKALAH ANALISIS WEBSITE INSTANSI PEMERINTAHAN Manajemen Layanan Sistem Informasi #.
[2] Tugas 2, kelompok 6. 2KA01. MAKALAH TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) Manajemen Layanan Sistem Informasi #.

Tugas Softskill Manajemen Layanan System Informasi: Jurnal Web & TQM

Jumat, Januari 27, 2017

  Kembali lagi di Blog-Kosong, kali ini saya mau membahas pemanfaatan teknologi masa kini. Perkembangan teknologi di dunia seakan tidak ada habisnya. Bahkan printer, yang dulunya hanya  bisa mencetak ke media cetak / kertas. Sekarang ini ada yang teknologi baru yaitu 3D Printer.


   Apasih 3D Printer itu ?  Dari namanya saja pasti kalian sudah  tau apa kelebihannya printer ini dibandingkan dengan printer biasa, ya tepat sekali 3D Printer ini bisa membuat obyek solid dalam bentuk 3D contohnya : vas bunga, topeng, dll.

    3D Printer ini sangat berguna bagi pengrajin patung atau vas, yang tadinya mereka mesti membuat cetakan dulu dengan adanya 3D Printer dia tinggal membuat gambar 3D menggunakan aplikasi seperti Blender setelah itu tinggal di cetak menggunakan 3D Printer dan kita tinggal tunggu hasilnya.

    3D Printer tidak hanya digunakan untuk patung atau vas saja, 3D Printer juga bisa digunakan untuk membuat mainan anak-anak, hardware komputer seperti keyboard, mouse, casing CPU, dll, dan bahkan ada yang mempergunakan 3D Printer untuk membuat senjata rakitan.

Pemanfaatan Teknologi Masa Kini

Minggu, November 13, 2016

Dimensi Struktur Organisasi.
Pembagian kerja, pendelegasian kewenangan,  pembagian departemen, dan rentang kendali menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur ada tiga, yaitu :

1.      Formalisasi.
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.      Sentralisasi.
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan, antara lain :
·         Semakin tinggi spesialisasi kerja, maka semakin besar sentralisasi.
·         Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, maka semakin besar sentralisasi.
·         Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, maka semakin besar sentralisasi.
·         Semakin luas rentang kendali, maka semakin besar sentralisasi.

3.      Kerumitan.
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

Departementalisasi.
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan.

Departementalisasi Fungsional
Mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.

Departementalisasi Divisional
Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. Setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk). Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. 

Departementalisasi Wilayah
Pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

Model-model Desain Organisasi.
Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari dua model, yaitu :
·         Desain Organisasi Mekanistik.
-          Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
-     Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
-        Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
-          Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.

·         Desain Organisasi Organik.
-         Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
-          Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
-         Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.
Implikasi Manajerial Desain dan Struktur Organisasi.
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas di dalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. Itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.


Sumber :

Desain dan Struktur Organisasi

Minggu, November 06, 2016

Perkembangan teknologi memang tidak ada habisanya. Teknologi yang dulunya hanyalah candaan sekarang sudah diwujudkan sebagai sesuatu yang nyata. Tapi masih ada yang belum terwujut. Pada artikel ini saya akan membahas salah satu dari teknologi tersebut yaitu komputer yang melebihi kepintaran manusia.



Banyak film-film fiksi telah menujukan bagai mana perilaku komputer yang melibihi kepintaran manusia. Sebagai contohnya di film Resident Evil (Red Queen) Red Queen ada lah komputer yang di ciptakan oleh umberella cooperation yang dapat mengontrol seluruh gedung dan dapat berbicara layaknya manusia.

Yah kebanyakan memang berakhir dengan komputer yang berusaha menguasai umat manusia, tetapi tidak dapat di pungkiri bahwa jika teknologi ini ada makan banyak pekerjaan manusia yang dapat terbantu.

Para ahli meyakini singularitas atau saat kecerdasan buatan menyamai bahkan melebihi manusia, bisa terjadi dalam 16 tahun. Tapi ada ahli lain yang berbeda soal kapan dan bagaimana singularitas akan terwujud.

Seorang futuris bernama Ray Kurzweil, dalam bukunya "The Singularity is Near: When Humans Transcend Biology", memprediksi pada 2029 komputer akan sepandai manusia dan pada 2045, komputer dapat miliaran kali lebih hebat dari kecerdasan manusia tanpa bantuan.

"Perkiraan saya tidak berubah, tapi pandangan konsensus ilmuwan kecerdasan buatan telah berubah menjadi lebih dekat dengan pandangan saya," tulis Kurzweil.

Misalnya, Bill Hibbard, ilmuwan komputer di University of Wisconsin-Madison, tidak berani memprediksi. Tapi Hibbard tetap yakin kecerdasan buatan akan memiliki tingkat kecerdasan manusia beberapa kali di abad ke-21.

"Bahkan jika tebakan paling pesimis saya adalah benar, itu akan terjadi selama masa orang yang sudah lahir," kata Hibbard.

Sedangkan peneliti kecerdasan buatan lain skeptis dengan ide mesin yang melampaui kecerdasan manusia. "Saya tidak melihat tanda-tanda bahwa kita dekat dengan singularitas," kata Ernest Davis, ilmuwan komputer di New York University.

Hibbard menambahkan, singularitas terwujud, orang pun tidak akan mati. Manusia dapat memperbaharui pada bagian sibernetika mesin tersebut.

Sebaliknya, saat mesin telah sepandai manusia, menurut Robin Hanson, ekonom George Mason University di Washington DC, ekonomi akan berlipat ganda setiap bulan atau minggu. Ini telah terjadi pada singularitas sebelumnya yakni revolusi pertanian dan industri.


sumber : 

Inovasi Teknologi Masa Depan (Komputer Yang Melebihi Kepintaran Manusia)

Selasa, November 01, 2016

Organisasi
Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.


Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan:
1. Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan
mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki
(H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)
2. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).
3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan
(Jacobs & Jacques, 1990, 281)
4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.
(Slamet, 2002: 29)
5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
(Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)
6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)
7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123).
8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
( Ngalim Purwanto ,1991:26)


Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.


Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan
1. Pendayagunaan Pengaruh
2. Hubungan Antar Manusia
3. Proses Komunikasi dan
4. Pencapaian Suatu Tujuan.


Unsur-Unsur Mendasar
Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:
1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).
2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.
3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.


Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan
Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:
1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;
a. Percaya pada orang lain : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.
b. Keseimbangan dalam kehidupan : Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.
c. Melihat kehidupan sebagai tantangan : Kata 'tantangan' sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.
d. Sinergi : Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, SInergi adalah satu kerjaNkelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang, atasan, staf, teman sekerja.
e. Latihan mengembangkan diri sendiri : Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan:
1) pemahaman materi;
2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman;
3) mengajar materi kepada orang lain;
4) mengaplikasikan prinsip-prinsip;
5) memonitoring hasil;
6) merefleksikan kepada hasil;
7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi;
8) pemahaman baru; dan
9) kembali menjadi diri sendiri lagi.
Sumber:
http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/pengertian-pemimpin-dalam-bahasa.html

Kepemimpinan

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com tipscantiknya.com kumpulanrumusnya.comnya.com